Relaps juni 2018

Aaaaaaakkkkk,,,
Saat suspect MS lalu ditegakkan NMO dan tau kalo sakit ini bisa berulang, gue kira sudah siap menerima kemungkinan itu terjadi.

Tapi emang manusia ya, kenyataan tak seindah ekspektasi 

Alhamdulillaah sudah hampir tiga tahun kondisi gue mulai stabil dan gue bisa aktifitas leluasa tanpa harus dibayang-bayangi minum obat. Gue mulai ikut bermacam kegiatan lagi, walaupun tetap gue tidak melamar di sekolah formal karena gue tau gue harus jaga kondisi.

Tauu doong kalau jadi guru itu, MasyaAllah deh jadwalnya merayap banget dan tugas banyak (menguras tenaga banget). Fyi, gue setelah sakit itu pernah jadi guru infal / pengganti di salahsatu sekolah Aliyah (SMA) negri daaaaan padet bangeet dong jadwalnya. Hahaa saat itu harusnya gue gantiin guru selama dua minggu, etapi baru minggu pertama aja gue udeh langsung ambruk dong :')

Baiklaah gue putuskan hanya ambil private saja, itupun hanya 1 anak saja. Trus kuliah seminggu 3x. Agenda gue tuh cuma gitu doang, atau ke rscm, Fatmawati, dll tuk mensupport para Warriors yg baru terdiagnosis MS, NMO ataupun Myelitis. Atau paling juga gw freelance tapi ya yang sebentar-sebentar aja kegiatannya.

Loh! Ternyata sepenganguran itu gue, hahaa :')

Orang selalu lihat gue aktif kesana kesini, padahal gue selalu ada jadwal hibernasi. Kalau habis kegiatan, besoknya pasti gue tidur seharian  jaga stamina banget sih karena kalau sudah datang fatigue (kelelahan yang berlebihan) itu ga nyaman banget.

Nah.. Singkat cerita, ketika H+3  lebaran itu gue merasa kesemutan.  Aaah, mungkin kelelahan setelah silaturrahim 2 hari ini ke rumah saudara sampai ke daerah gunung sindur pake motor (fyi rumah gue di daerah ps. Jum'at, lebak bulus) ya sudah biasanya juga hibernasi, setelah itu akan jauh lebih baik. Pikir gue biasanya juga kalo sudah hibernasi akan baik-baik lagi.

Ternyata sudah 3 hari masih sama saja malah justru lebih banyak kesemutannya, sempat lemas, akhirnya gue putuskan check up ke RS pas hari ke 5 daaan pulang dengan oleh-oleh steroid dosis 3x16. Baaiiklaaah setelah hampir 3 tahun berlalu tanpanya, akhirnya gue harus ketemu doi lagi.
"Semoga segera tappering off" do'aku saat itu.

Seminggu berlalu.. 

Loh kok ditambah sakit pinggang. Besoknya keluar rumah untuk takziyah sepupu yang meninggal, ada yang aneh sama penglihatan. Terlihat agak mendung padahal cerah kata si mpok, juga buram tapi gue ga yakin. "Aaahh karna gue kelamaan di dalam kamar aja kalii" ucap gue didalam hati, berusaha menenangkan diri.

Meski begitu, gue tetap WA bilang ke dokter kalo gue merasa buram meskipun masih tidak yakin dan disarankan tuk ke IGD kalau masih tetap buram dan jangan didiamkan saja. Baiklaaah mudah-mudahan besok membaik tapi kalau masih buram ya gue mau minta tolong ditemani ke rs sama mpok. 

Esoknya, penglihatan masih buram. Gue minta tolong siang itu diantar ke rscm sama mpok, etapi karna habis minum obat gue malah ketiduran 
Akhirnya keesokan harinya barulah gue ke rs. Rumah sakit lumayan dekat dari rumah gue (pondok pinang (Jaksel) ke RS (Jakpus))  heheee cukup dekat kaaaannn, hehee

Sesampainya di RS,  gue langsung ke IGD. Namun begitu sampai sana, gue di tolak dong (jomblo langsung baper, wkwk) sama petugasnya dan disuruh ke poli terlebih dahulu.. Gue cukup memaklumi sih, dengan kondisi fisik yang masih terlihat gagah memasuki IGD ya pasti kemungkinan besar gue pasti akan ditolak :')

Tapi ada yang menarik disini. Saat gue telp salah seorang dokter, lalu keluarlah 2 orang dokter menemui gue. Mereka sempat menyesali penolakan tersebut, namun itulah kebijakan rs. Lucunya lagi, dokter tersebut sempat berucap "mba Feby, kalau ada apa-apa pokoknya harus langsung kesini ya! kurangin dulu senyumnya"  kira-kira seperti itulah :D hahaaa sumpah saat itu gue dan kakak gue malah jadi makin ngakak. Gue tau maksud beliau supaya gue cepat ditangani, dokter syaraf sangat mengerti bahwa sakit gue ini ya emang tidak selalu terlihat dan saat relaps (kambuh) harus segera ditangani. 

Nah! Setelah drama IGD tadi, gue pun mendaftar untuk ke poli syaraf di lantai 3. Cukup lama menunggu panggilan disana sampai gue sempat sholat zhuhur dulu di Musholla bawah daan mulai terasa sesak nafas. Sampai akhirnya seorang dokter cantik keluar dari pintu ruang konsultasi dan menghampiri gue, "mba Feby, maaf ya saya baru selesai sholat dulu. Tadi dokter D telephone saya katanya ditolak ya di IGD, ih kenapa gitu sih. Yuk kesana sama aku deh ya :) kakaknya tolong pinjam kursi roda dulu ya."

Begitu sampai disana, semua diurus oleh dokter-dokter ppds neuro. Beberapa dokter juga menyapa "loh, mba kan yang kemarin di pertemuan MS NMO kemarin kan? Yaampun kenapa? blablablabla". Mereka semua ramah meskipun cukup lama dan banyak yang diperiksa oleh mereka.

Gue pasrah deh, buat dijadikan penelitan mereka juga gapapa supaya semakin banyak dokter-dokter yang mengenal dan memahami NMO. Bahkan saat ada 3 orang dokter muda (gue beri mereka julukan boyband, hehee maaf ya dok) yang mendatangi dan memeriksa gue, gue katakan kepada mereka jika ada yang masih mau ditanyakan lagi, silahkan. Karena wajah mereka menunjukkan bahwa ada yang mereka ingin tanyakan tapi ragu.

Singkat cerita, gue akhirnya bisa pindah ke ruang perawatan pada pukul 12 malam. Pffyuuhh, akhirnyaaa. Selama 5 hari gue disuntik steroid dosis 1000mg/hari :)  SELAMAT DATANG PIPI TEMBEM! Mantaapss

Tapiii ya memang begitulah jalan agar serangan yang terjadi segera teratasi.  Hal yang terpenting saat ini adalah gue bisa pulih lagi. Bismillaah
Lagi lagi Tuhan pasti tau apa yang terbaik untuk kita, sedangkan kita tidak tau apa-apa. Mata kita sangat terbatas, sedang Tuhan Maha Melihat segala yang ada di muka bumi ini.

Tetaplah selalu berprasangka baik dan awali hari dengan TERSENYUM!

Comments

Popular posts from this blog

Kampusku, KAHFI BBC Motivator School namanya

Awal perjalanan bersama si myelitis

kuat dengan menguatkan